Siswa MA Al Hikam Mengikuti Pelatihan Jurnalistik Dari Universitas Peradaban.

Dosen FISIP Universitas Peradaban menggelar pengabdian kepada masyarakat (PKM) tentang literasi digital dan Jurnalistik di MA Al Hikam, Desa Bangbayang, Kecamatan Bantarkawung, Kabupaten Brebes, Senin (27/12/24).

Acara ini mengusung tema “Menangkal Hoax dengan Literasi Digital dan Penulisan Berita”. Workshop ini dihadiri oleh puluhan santri tingkat SMA dan sederajat.

PKM ini menghadirkan dua pemateri sekaligus dosen Ilmu Komunikasi dan Hubungan Internasional (HI) Universitas Peradaban yaitu Fany Anggun Abadi, S.IP., M.H.I., dan Reza Abineri, S.I.Kom., M.I.Kom., yang memberikan materi tentang bahaya informasi Hoax dan dasar penulisan dan kaidah penulisan berita.

Pemateri pertama Reza Abineri menyampaikan, Media sosial, kata dia, mendukung menjamurnya hoaks. Karena biasanya hoaks disebarkan melalui facebook dan whatsapp.

“Masyarakat perlu mempunyai kemampuan kognitif untuk mengolah sebuah informasi yang benar dan hoaks. Dimana pembaca mempunyai kecakapan yang dilandaskan pengalaman dan pengetahuan, cenderung mencerna terlebih dahulu informasi yang kritis dan analisis,” ujarnya.

Menurutnya, internet bisa membantu manusia, tapi juga bisa jadi bumerang. Kalau tidak meggunakannya dengan baik, makannya bisa membuat manusia celaka.

“Hati-hati ketika menggunakan smartphone, jangan mudah mengklik link karena ada aplikasi yang bisa mencuri data kita. Termasuk saat menggunakan m-bangking sering-sering untuk ganti pasword dan jangan sering menggunakan wifi publik atau hotspot,” katanya.

Dia menjelaskan tentang mengenai praktik mengecek fakta sebuah berita. Dia mempraktikkan cara mengecek kebenaran dari sebuah berita melalui pesan yang di kirim ke Mafindo (085921600500), dan juga cara mengecek berita melalui website cekfakta.com.

Pemateri kedua Fany Anggun Abadi menyampaikan unsur-unsur penting dalam penulisan berita seperti 5W dan 1H. Ia juga menyampaikan berita straight news sendiri harus faktual, lengkap, cepat dan juga tidak mengandung opini dari penulis.

“Dalam menulis berita straight news, kita harus memastikan bahwa informasi yang disampaikan adalah benar-benar terjadi dan tidak memuat opini pribadi,” imbuhnya.

Dia menjelaskan bagaimana berita ditulis harus dengan memenuhi standar atau kaidah jurnalistik yang baik dan benar. Dia juga menekankan bahwa berita harus ditulis berdasarkan objektivitas dalam berita.

“Dalam menulis berita, kita tidak boleh memihak, berita harus disampaikan sebagaimana adanya tanpa opini pribadi dan keberpihakan terhadap pihak tertentu,” ujarnya.

Peserta diajak untuk ikut aktif berpartisipasi dalam sesi diskusi dan berbagi pengalaman. Acara kemudian dilanjut dengan sesi praktik membuat berita berdasarkan materi yang telah disampaikan dan ditutup dengan sesi foto bersama.

PKM ini mendapatkan sambutan positif dan antusias dari para peserta. Dengan adanya workshop ini diharapkan santri Al Hikam dapat lebih aktif dalam dunia jurnalistik dan berhati-hati dalam menyebarkan berbagai informasi di masyarakat.(*)